• 25 April 2012Surat Keputuan No 598 tahun 2012 tentang Penetapan Lokasi untuk Jalur Enam Ruas Jalan Tol dalam Kota dapat diunduh di Peraturan dan Perundangan Terkait.
  • 03 Maret 2012Pembangunan konstruksi jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II (Cijago II) sepanjang 5,3 kilometer akan dimulai pada Agustus 2012.
  • 10 Februari 2012Jumat (10/2) dinihari, Tarif Tol Cijago Berlaku senilai Rp 3.500 untuk Gol. I, Rp 5.000 untuk Gol. II, Rp 7.000 untuk Gol. III, Rp 8.500 untuk Gol. IV dan Rp 10.500 untuk Gol. V
  • 27 Januari 2012Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) diresmikan, dan langsung beroperasi

Bagi Halaman ini

Bagi |

Link Terkait


GIS BPJT

Situs Terkait


img Index Berita

PPJT TOL SEMARANG-BATANG DIAMENDEMEN


Kategori : Kegiatan / Berita Umum - 03 April 2012

PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pemegang saham mayoritas ruas Tol Semarang-Solo, akhirnya menandatangani amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Penandatanganan ini menyusul kesepakatan pemerintah soal dukungan setara Rp 1,9 triliun untuk proyek ruas tersebut, yang akan dikompensasi dengan tarif baru, perpanjangan masa konsesi, dan fasilitas lain.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazaly mengatakan, pemerintah dan pemegang konsesi sepakat menandatangani kontrak amendemen PPJT Jumat lalu. "Amendemen PPJT sudah diteken Jumat lalu dan TMJ (PT Trans Marga Jateng, anak perusahaan Jasa Marga) sudah setuju, termasuk soal dukungan pemerintah untuk seksi Bawen-Solo sebesar Rp 1,9 triliun," kata dia di Jakarta, Senin (2/4).

Dengan demikian, dari 24 proyek tol yang selama ini mangkrak, tinggal satu yang belum diamandemen PPJT-nya yakni ruas Semarang-Batang.

Percepatan Trans Jawa

Gani menjelaskan, klausul amandemen tersebut menyebutkan, Jasa Marga sebagai pemegang saharn mayoritas TMJ sepakat untuk membangun tol seksi Bawen-Solo senilai Rp 1,9 triliun, TMJ merupakan pemegang konsesi Tol Semarang-Solo.

"Dalarn klausul itu dinyatakan, pemerintah akan memberikan kompensasi tarif tol dan masa konsesi diperpanjang di atas 35 tahun, serta bundling dengan ruas tol baru yang saat ini masih dalam pengkajian," kata dia.

Menurut Gani, percepatan amendemen PPJT Tol Semarang-Solo ini dalam rangka percepatan konstruksi keseluruhan Tol Trans Jawa. Apalagi, tol seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 10 kilometer sudah beroperasi dan Ungaran-Bawen dalam tahap konstruksi.

"Ruas tol sampai Solo diharapkan bisa beroperasi pada 2014. Kami mendorong agar konstruksi bisa lebih cepat," katanya.

Dihubungi terpisah, Direktur Pengembangan Jasa Marga Abdul Hadi mengatakan, pada prinsipnya BUMN ini siap membantu pemerintah untuk mempercepat pembangunan jalan tol, terutama ruas Semarang-Solo. Hingga kini, kepastian bentuk kompensasi yang hendak diberikan masih dalam kajian bersama BPJT.

"Berapa tambahan tarif, masa konsesi, dan kompensasi yang lain masih belum final. Kendati masih dibahas, pada intinya, Jasa marga siap menuntaskan tol Semarang sampai Solo sepanjang 75 kilometer tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, pemerintah akan memberikan kompensasi berupa proyek dua ruas tol baru, sebagai pengganti dana untuk investasi seksi Bawen-Solo. Perseroan dan 'tim keci!' sedang melacak tawaran kompensasi dari pemerintah itu.

"Kami disebut-sebut mendapatkan dua ruas tol baru sebagai kompensasinya, yakni ruas Daan Mogot-Bandara dan Tanjung Priok-Kawasan Berikat Nusantara. Dengan investasi Rp 1,9 triliun yang kami tanggung, itu sama atau ekuivalen dengan pembangunan ruas tol 40 kilometer," kata Adityawarman.

Ia mengaku kurang setuju bila ada penilaian bahwa Tol Semarang-Solo statusnya mangkrak. Pasalnya, dari ruas ini sudah ada yang dioperasikan yakni seksi Semarang-Ungaran, sedangkan seksi Ungaran-Bawen pembebasan tanahnya telah mencapai 95% dan mulai konstruksi.

"Jangan dibilang mangraklah, proyeknya sudah jalan kok. Proyek ini dipercepat enam tahun dari target sebelumnya 2020, demi mendukung keseluruhan Tol Trans Jawa terkoneksi tahun 2014," kata Adit.

Ia menjelaskan, Tol Semarang-Solo konsesinya dipegang TMJ yang didirikan 7 Juli 2007. Perusahaan berbentuk patungan ini sahamnya dimiliki Jasa Marga sebesar 60% dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPTJ) 40%.

TMJ mendapatkan hak pengelolaan jalan tol Semarang-Solo selama 45 tahun. Proyek ini mendapat pendanaan dari sindikasi perbankan, yang terdiri atas PT Bank Negara Indonesia Tbk (coordinator arranger), PT. Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Jateng.

Proyek jalan Tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi. Seksi I adalah ruas Semarang-Ungaran (16,3 kilometer) yang sudah beroperasi sejak diresmikan November 2011, seksi II, Ungaran-Bawen (13,33 kilometer), seksi III Bawen-Salatiga (18,2 kilometer), seksi IV Salatiga-Boyolali (22,4 kilometer), dan seksi V Boyolali-Karanganyar (11,1 kilometer).

Sumber : Investor Daily, Hal 6 Sel, 3 Apr 2012